UNIVERSUM MENIK KERSANI
Pertama-tama, mengenai karakter. Menik Kersani Linggayuran, perempuan yang datang dari pesisir, tepatnya dari Kalurahan Purwodadi, Kapanewon Tepus, Kabupaten Gunungkidul. Dulu, semasa ia masih di kampung halamannya, ayahnya bekerja sebagai seorang nelayan dan ibunya bekerja sebagai pengrajin tiwul dan patilo. Di usianya yang masih amat muda, ayahnya berpulang setelah suatu malam pamit pergi melaut dan tak pernah kembali lagi. Menik, ibunya, ayahnya, serta kakak perempuannya, Kenanga, sejak awal memang tak pernah punya keadaan ekonomi yang baik. Tetapi semua itu diperparah dengan kematian ayahnya yang jadi tulang punggung utama. Keadaan memaksa ibunya memutar otak, mencari pekerjaan di kota—setidaknya di sana ia bisa dapat pekerjaan yang lebih menjanjikan.
Hal itulah yang menjadi asal-usul mengapa Menik tumbuh di Kota Jogja. Apakah ia hidup bersama ibunya dan kakak perempuannya? Dengan ibunya? Ya. Dengan kakaknya, Kenanga? Tidak. Awalnya mereka memang tiba bertiga. Namun suatu hari, Kenanga pamit untuk mencari kerja. Sebagaimana yang terjadi pada sang Ayah, Kenanga juga tak pernah kembali lagi ke rumah. Tapi Menik yakin kakaknya satu itu masih bernapas, sebab dia kerap dapat kiriman surat atas namanya di waktu yang tak bisa ditentukan, biasanya ditemani oleh beberapa lembar uang.
Di universum ini, ada beberapa karakter penting: **Menik, Gisik,