TYA.

Sotya Candra Tyamoka, sosok paling santai dalam segala hal kecuali menyangkut pekerjaan. Hal ini menjelaskan bagaimana ia tidak pernah sekalipun berpaling dari sisi Ghita untuk membangun ekskul jurnalistik meskipun mereka tidak sekelas dan belum pernah saling kenal sebelumnya.

Tya tidak punya pengalaman apapun di bidang jurnalistik, pun tidak punya orangtua yang bekerja di bidang tersebut. Tapi dia adalah primadonanya lomba debat, sehingga kemampuan bicara dan berpikirnya tidak perlu diragukan lagi.

Tadinya, Tya hendak mendaftar ke ekstrakurikuler paskibra. Tapi ia tahu sekeras apa senioritas di ekskul tersebut. Sebagai orang yang mengaku berego tinggi, Tya tidak pernah mau direndahkan oleh siapapun. Karena takut malah menyebabkan masalah kalau-kalau nanti dia melawan kakak kelasnya di ekskul paskibra, akhirnya dia batal mendaftar ke sana. Berpikir mungkin akan menemukan teman yang bisa nyambung kalau diajak diskusi, akhirnya dia memutuskan untuk mendaftar ke ekskul jurnalistik.

Tya mendapat jabatan Redaktur Pelaksana, alias redaktur yang memimpin langsung surat kabar dan sebagainya. Di Kabinet Ambara, jabatannya adalah yang kedua tertinggi setelah Pimpinan Redaksi. Oleh karenanya, dia selalu jadi sosok tempat bergantung dan bertanya para anggota. Meskipun wajahnya terlihat jutek dan tidak bersahabat, sebenarnya dia ini suka melawak, lho!