SEKILAS TENTANG WENING.
Wening Narpa Dayita, anak bungsunya Pak Lurah yang paling disayang sama seantero Kelurahan Prenggan. Paling kaya juga, jelas. Yang paling berada di antara Manah sama Laut. Tapi karena dia kaya dan julukannya sebagai “Anak Pak Lurah” itu melekat, Wening jadi dianggap enggak asyik sama teman-temannya di sekolah dan di kelas. Dianggap sombong karena dia orang kaya, dianggap jaga imej karena dia anaknya pejabat kelurahan. Padahal dia sebenarnya enggak gitu. Anaknya polos-polos lucu, seru diajak cerita dan bercanda.
Wening ini adik kelasnya Manah sama Laut, lebih muda setahun. Tapi saking akrabnya, Wening manggil mereka enggak pakai honorifik kak, mas, mbak. Manggilnya langsung nama. Wening kenal dan jadi dekat sama Manah dan Laut itu berawal gara-gara pernah kejebak hujan bertiga sampai sore di sekolah waktu SMA. Dari sana jadi sering ngobrol dan suka main bersama. Istilahnya, mereka bertiga jadi enggak terpisahkan. Manah, Laut, dan Wening ini ketiganya sama-sama enggak punya teman lain di sekolah. Mereka selalu bertiga-tiga aja. Karena berbagi perasaan sama-sama dijauhin dan enggak punya teman inilah, Manah, Laut, dan Wening berteman.
Aku belum nentuin terlalu detail tentang hal-hal lainnya, sih! Cuma, aku bikin Wening ini juga di UGM, biar enak nulisnya kalau satu kampus. Sisanya ... apalagi, ya? Aku sempet nulis sekilas dinamikanya buat orang yang waktu itu nawarin diri jadi Laut, tapi dianya malah hilang. Biar tambah paham, kamu bisa cek di sini! Kalau kamu baca itu, nanti ada arahan lagi mengarah ke link sekilas dinamikanya Bahtera Sabrang Manah biar makin jelas.
Asli, ini semestanya memang ramai banget dan belibet. Kalau nggak paham, bilang ke aku ya sayang, nanti aku jelasin ulang. T_____T