SALAM HANGAT.

Halo, kamu yang baru berkunjung ke laman milik Lauh Ranggit! Saya ucapkan selamat datang.

Pertama-tama, perkenalkan, saya adalah MADUKARA, insan yang bertanggungjawab atas segala yang berkaitan dengan si anak manis, Lauh.

Hadirnya saya di sini, untuk memberi beberapa informasi yang sekiranya penting, sebelum kamu memutuskan untuk memencet tombol follow di akun SOERALAJA.

Lauh ini karakter yang seperti apa, sih?

Karakter Lauh ini digambarkan sebagai sosok gadis cerdik yang tidak suka dikekang, yang berasal dari pesisir, tepatnya di Pantai Pulang Sawal (Indrayanti), Gunungkidul, tetapi merantau ke kota Jogja untuk berkuliah karena mendapat beasiswa. Kata kunci utama dari Lauh adalah pecinta alam.

Kira-kira, konten akun ini membahas tentang apa saja?

Apa-apa yang akan saya tulis nantinya akan mengandung bahasan kesenjangan antara si kaya dan si miskin, kematian, penyimpangan norma, bentuk-bentuk perundungan (di organisasi pecinta alam), dan beberapa bahasan sosial lain. Pun, enggak menutup kemungkinan akan terdapat adegan kekerasan dan pemaksaan yang muncul. Adegan seksual, kira-kira hanya akan muncul sekilas di awal. Jadi, sebelum yakin untuk menekan tombol follow, mohon pastikan kalian enggak terganggu dengan konten yang nantinya akan saya munculkan di sini, ya. Tolong pahami dengan baik-baik.

Apa kamu keberatan kalau saya unfollow gara-gara saya enggak sreg dengan konten kamu?

Tentu saja tidak keberatan! Dua rius, enggak keberatan sama sekali. Siapapun bebas untuk menentukan follow atau unfollow akun ini. Tetapi, mohon jangan block atau report, ya, teman-teman? Nanti akunnya sakit, lho.

Apa Lauh menggunakan setting dunia tanpa pandemi?

Betul sekali! Yang satu ini enggak perlu dijelaskan lagi, alasannya jelas biar bisa lebih mudah dalam menulis plotnya.

Di mana Lauh menetap?

Lauh punya dua tempat tinggal. Yang pertama rumahnya, kampung halamannya, di pinggir Pantai Pulang Sawal (Indrayanti), Gunungkidul. Yang kedua, indekosnya selama berkuliah di Jogja, tepatnya di Pogung Kidul, Sinduadi.

Apakah ada karakter krusial di cerita Lauh?

Ada, tentu saja! Mereka ialah Sauh Mualim dan Ratih Isra.

Apakah Lauh terbuka untuk relasi dan plot?

Tentu saja! Asal, bisa nyambung dengan kisahnya si Lauh. Kalau sekiranya ada tawaran relasi atau ajakan plot, sila hampiri saya di DM, ya.

Bagaimana soal penyaduran dan plagiarisme?

Saya menentang keras segala wujud perbuatan yang bersifat menjiplak konten karakter saya. Bilamana terinspirasi, itu lain lagi. Mohon bedakan dengan baik.

Bagaimana cara menyampaikan kritik dan saran kepada MADUKARA?

Kalian bisa ketuk DM untuk masalah ini! Saya sangat terbuka untuk kritik dan saran, dan saya akan rela membenahi apabila ada yang salah. Hanya saja, saya enggak akan menerima kritik dan saran apapun yang enggak diberikan lewat DM. Apalagi kalau lewat curiouscat lalu pakai fitur anonim. Maaf, saya enggak akan respons.

Apa ada hal lain yang mau disampaikan?

Ada! Saya tidak selektif perihal berteman (atau ber-mutual), hanya saja, saya selektif soal relasi. Bukan apa-apa, hal ini saya lakukan demi pengembangan karakter Lauh. Jadi, saya enggak akan selalu menerima tawaran relasi.

Lalu, saya ini manusia yang juga punya kehidupan pribadi di dunia nyata. Saya pun punya kesibukan sendiri yang enggak bisa dipungkiri. Jadi, saya mohon maaf apabila saya lelet sekali dalam membalas plot! Sebab saya berpikir, kalau saya paksa membalas plot di waktu sempit dan suasana hati enggak enak, plot itu nantinya akan jadi kelihatan enggak niat dan pendek. Hal ini berlaku juga untuk interaksi (seperti mention dan DM).

Nah, saya sudah terlalu banyak cuap-cuap, sepertinya. Beberapa peraturan lain mengenai apa-apa yang ada di akun SOERALAJA, akan saya jatuhkan berupa twit di bawah laman ini, ya. Terima kasih sudah membaca tulisan saya sampai akhir. Semoga harimu baik selalu!