SALAM HANGAT, KAMERAD!
Halo, kamu yang baru berkunjung ke laman milik Menik Kersani! Saya ucapkan selamat datang.
Pertama-tama, perkenalkan, saya adalah MADUKARA, insan yang bertanggungjawab atas segala yang berkaitan dengan si anak manis, Menik.
Hadirnya saya di sini, untuk memberi beberapa informasi yang sekiranya penting, sebelum kamu memutuskan untuk memencet tombol follow di akun AngsangKinang.
Menik ini karakter yang seperti apa, sih?
Karakter Menik ini digambarkan sebagai sosok gadis gila kerja yang tangguh bukan main demi menghidupi dirinya dan ibunya, asli Gunungkidul namun kini tinggal di Kota Jogja. Menik ini berasal dari keluarga miskin, ayahnya sudah enggak ada dan ibunya buruh pabrik. Itu sebabnya dia mengandalkan otaknya yang encer untuk bisa tetap kuliah dengan menyambi bekerja.
Kira-kira, konten akun ini akan membahas tentang apa saja?
Apa-apa yang akan saya tulis nantinya akan mengandung bahasan mengenai kemiskinan, kesenjangan antara si kaya dan si miskin, kematian, penyimpangan norma, dan masalah-masalah sosial lain. Pun, enggak menutup kemungkinan akan terdapat adegan kekerasan dan pemaksaan yang muncul. Tapi, saya tidak akan menghadirkan adegan seksual di sini. Jadi, sebelum yakin untuk menekan tombol follow, mohon pastikan kalian enggak terganggu dengan konten yang nantinya akan saya munculkan di sini, ya. Tolong pahami dengan baik-baik.
Apa kamu keberatan kalau saya unfollow gara-gara saya merasa enggak sreg dengan konten kamu?
Tentu saja tidak keberatan! Dua rius, enggak keberatan sama sekali. Siapapun bebas untuk menentukan follow atau unfollow akun AngsangKinang. Tetapi, mohon jangan block atau report, ya, teman-teman? Nanti akunnya sakit, lho.
Apa Menik ini dihidupkan pada setting dunia tanpa pandemi?
Seratus! Yang ini enggak perlu dijelaskan lagi, alasannya jelas biar bisa lebih mudah menulis plotnya.
Di mana Menik menetap?
Menik kini menetap di Kota Jogja, namun sangat memungkinkan untuk menggunakan latar-latar kabupaten lain di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta sebab Menik memang digambarkan enggak (atau belum) pernah keluar dari Jogja.
Apakah ada karakter krusial di cerita Menik?
Ada beberapa, berikut nama-namanya: Kusnadi dan Mainah (ayah dan ibunya), Kenanga, Lindu, dan Bujang. Kamu akan dapat menemukan mereka nanti, seiring dengan berjalannya cerita!
Apakah Menik terbuka untuk relasi dan plot?
Tentu saja! Asal, bisa nyambung dengan kisahnya si Menik. Kalau sekiranya ada tawaran relasi atau ajakan plot, sila hampiri saya di DM, ya.
Bagaimana soal penyaduran dan plagiarisme?
Saya menentang keras segala wujud perbuatan yang bersifat menjiplak konten karakter saya. Bilamana terinspirasi, itu lain lagi. Mohon bedakan dengan baik.
Bagaimana cara menyampaikan kritik dan saran kepada MADUKARA?
Kalian bisa ketuk DM untuk masalah ini! Saya sangat terbuka untuk kritik dan saran, dan saya akan rela membenahi apabila ada yang salah. Hanya saja, saya enggak akan menerima kritik dan saran apapun yang enggak diberikan lewat DM. Apalagi kalau lewat curiouscat lalu pakai fitur anonim. Maaf, saya enggak akan respons.
Apa ada hal lain yang mau disampaikan?
Ada! Saya tidak selektif perihal berteman (atau ber-mutual), hanya saja, saya cukul selektif menyangkut relasi. Bukan apa-apa, hal ini saya lakukan demi pengembangan karakter Menik. Jadi, saya enggak akan selalu menerima tawaran relasi.
Lalu, saya ini manusia yang juga punya kehidupan pribadi di dunia nyata. Saya pun punya kesibukan sendiri yang enggak bisa dipungkiri. Jadi, saya mohon maaf apabila saya lelet sekali dalam membalas plot! Sebab saya berpikir, kalau saya paksa membalas plot di waktu sempit dan suasana hati enggak enak, plot itu nantinya akan jadi kelihatan enggak niat dan pendek. Hal ini berlaku juga untuk interaksi (seperti mention dan DM).
Nah, saya sudah terlalu banyak cuap-cuap, sepertinya. Beberapa peraturan lain mengenai apa-apa yang ada di akun AngsangKinang, akan saya jatuhkan berupa utas di bawah laman ini, ya. Terima kasih sudah membaca tulisan saya sampai akhir. Semoga harimu baik selalu!
Salam sayang, MADUKARA.