SABRANG.
Sabrang Dermaga, 2000—2020.
Sabrang, jantung hati pertama. Setelah sekian lama Manah tidak merasakan dag-dig-dug fuad jua kupu-kupu yang terbang mengelilingi perutnya, Sabrang tiba mengembalikan semua rasa nostalgia jatuh cinta yang nyaris kedaluwarsa.
Sabrang lahir setahun sebelum Manah, membuatnya otomatis jadi lebih tua. Namun Manah tidak pernah menyapa Sabrang dengan sapaan formal kak atau mas, karena memang Sabrang sendiri yang meminta untuk disapa hanya dengan nama.
Lahir dari keluarga kaya, membuat Sabrang sejak kecil hidup serba berkecukupan tak kekurangan. Ditambah memiliki orangtua dan satu adik perempuan yang pengertian, hidup Sabrang rasanya sempurna sudah.
Hanya ada satu hal yang membancang kesempurnaan hidup Sabrang: asma. Tumbuh sejak cilik bersama asma membuat Sabrang berkarib dengan sesak dan sakit kepala. Buruknya Sabrang, dia tidak pernah mau orang lain tahu perihal lemahnya, pula paling ogah menerima iba. Oleh karenanya, hanya sedikit yang tahu-menahu perihal penyakitnya.
Sabrang menaruh suka pada Manah sejak pertama menjumpa wajahnya di hari pertama Manah mengajar adiknya, Mentari. Berkuliah di satu kampus yang sama membuatnya menjadi kepalang lengket dengan Manah, meskipun berasal dari fakultas yang berbeda.
Sabrang adalah orang pertama yang mendengar cerita ihwal biola kesayangan Manah yang terpaksa dijual sebab keluarganya butuh biaya——ketika dia tak sengaja mendapati Manah meminjam biola milik Mentari dan memainkan satu lagu klasik. Sabrang selalu suka dengan permainan biola Manah. Dia merasakan ketenangan yang amat sangat ketika mendengar permainannya. Di 2019, tepat pada hari ulang tahun Manah, Sabrang menghadiahkan biola baru. Sabrang bilang, dia tak ingin Manah berhenti bermain biola.
Manah dan Sabrang satu sama lain menghembalang rasa yang sama. Pula keduanya punya keinginan untuk melapih hubungan lebih dari teman. Sayang alangkah sayang, ada paldu tanwujud di antara mereka yang membatasi. Manah yang berpikir dia kurang pantas sebab dia dan Sabrang tak berada di satu tingkat kekayaan yang sama, dan Sabrang yang berpikir dia takut akan menghancurkan nama persahabatan di antara mereka.
Hingga Sabrang dijemput hayat karena penyakitnya di September 2020, tidak ada sama sekali kata cinta yang terucap di antaranya dan Manah.