SEKILAS DINAMIKA.
Pertama-tama, mengenai karakter. Lir Manah Sangara, anak Jogja yang datang dari keluarga enggak punya, ekonomi rendah. Waktu kelas 3 SD, Ibunya pergi buat menikah dengan orang lain. Dia jadi tinggal bertiga bersama ayah dan satu kakaknya. Enam tahun sejak ditinggal istrinya, alias waktu Manah kelas 9 SMP, ayahnya jadi sakit-sakitan dan enggak bisa terlalu banyak berpergian. Beliau yang tadinya bekerja jadi kurir, akhirnya berhenti dan memutuskan untuk bangun warung gudeg kaki lima dengan sisa uang yang dia punya. Untuk membantu ekonomi keluarga, Manah melakoni pekerjaan apa saja yang bisa dia lakukan. Mulai dari menawarkan jasa untuk jadi tutor pelajaran, membantu di toko orang, dan lain-lain.
Di universum ini ada beberapa karakter: Manah, Sabrang, Bahtera, Laut, dan Wening. Saya kesampingkan Sabrang dan Bahtera dulu sebab mereka relasinya berhubungan tentang romansa dengan Manah. Mungkin bagian ini saya ceritanya menyusul, ya?
Kalau yang tadi romansa, Laut sama Wening ini berhubungan tentang pertemanan.
Laut Buhpala, karibnya Manah dari kecil yang dekatnya sudah kayak saudara. Awal dekat gara-gara satu kelas waktu SD, klopnya sebab Manah dan Laut keduanya sama-sama datang dari keluarga ekonomi enggak punya. Karena enggak banyak yang mau berteman sama mereka, akhirnya mereka berdua jadi sahabat dekat yang selalu masuk satu sekolah dan main bersama sampai besar. Rumah mereka ada di satu kelurahan yang sama.
Orangtua Laut punya gerai daging di pasar, yang dikelola sejak Laut masih kecil. Kebetulan saya belum menentukan apa Laut mau kuliah atau enggak, jadi bagian ini masih fleksibel.
Wening Narpa Dayita, adalah adik kelasnya mereka di SMA. Beda sama Manah dan Laut, Wening ini anak orang kaya——karena ayahnya lurah. Kenal dan jadi dekat berawal gara-gara pernah kejebak hujan bertiga sampai sore di sekolah waktu SMA. Dari sana jadi sering ngobrol dan suka main bersama. Istilahnya, mereka bertiga jadi enggak terpisahkan.
Jadi, yang mau dikembangkan di sini adalah kisah mereka bertiga: Manah, Laut, dan Wening.
Tambahan, untuk informasi saja, sekilas tentang dinamika Manah, Sabrang, dan Bahtera ada di sini. Laut kenal Sabrang, karena sering diminta Manah buat antar dia ke rumah Sabrang sewaktu Manah mau mengajar privat adiknya Sabrang, namanya Mentari. Laut belum kenal Bahtera.
Kalau Wening, cuma pernah dengar nama keduanya dari cerita Manah, tapi belum pernah kenal.
Tahun kelahiran, Manah dan Laut 2001, Sabrang dan Bahtera 2000, Wening 2002. Tapi mereka di sini enggak ada yang pakai kak, alias langsung panggil nama.
Visualisasi Laut pakai Haechan, Wening pakai Ningning, Sabrang pakai Jeno, Bahtera pakai Jaemin. Bahtera sudah ada yang perankan, bisa dicek di sini. Wening belum ada pemerannya, masih saya cari seiring jalan. Kalau Sabrang saya jadikan NPC, lagipula dia sudah enggak ada.
Keseluruhan kisah mengambil tempat di Yogyakarta.