IBU.

Riris Sitaresmi, 1975.

Ibu, persona yang paling ingin dilupa buat Manah. Bagi si Nona Sangara, Ibu adalah orang jahat yang tega mengkhianati Ayah. Dulu, ia memandang Ibu sebagai wanita paling mengesankan sejagat raya. Sekarang, Ibu cuma tak lebih dianggap sebagai penghancur keluarganya yang dulu indah oleh Manah.

Ibu datang dari desa yang sama dengan Ayah. Sama-sama merantau ke kota, orangtuanya dan orangtua Ayah beranggapan bahwa adalah ide yang bagus sekali bila mereka dipersatukan. Tak ada rasa cinta, tak ada rasa sayang. Ibu akhirnya menikah dengan Ayah.

Setelah menikah, Ibu tidak punya pekerjaan apa-apa. Ibu rumah tangga, singkatnya. Meski sekali dua Ibu bekerja, ketika ada panggilan untuk membantu masak atau mencuci, oleh tetangga.

Ibu menyimpan satu rahasia besar dari suami dan dua putrinya sejak lama. Setelah sepuluh tahun menikah dengan Ayah, Ibu mulai berhubungan dengan mantan kekasihnya sewaktu SMA. Lelaki itu jauh lebih mapan kalau dibandingkan dengan suaminya, dan punya kehidupan yang menurutnya lebih baik.

Ibu memutuskan untuk mengakhiri pernikahannya dengan Ayah sebab ingin menikah dengan laki-laki yang dia cinta. Dia meninggalkan dua putrinya tanpa penjelasan apa-apa, begitu saja melenggang keluar dari rumah petak keluarga kecilnya untuk selamanya. Perpisahan sepihak tanpa kata inilah yang mencipta benci di hati dua putrinya, yang merasa begitu murka ditinggal dan dikhianati seenaknya.

Setelah itu, Manah tak lagi pernah melihat Ibu. Bahkan kalau bisa, dia tidak mau kembali melihat wajahnya, sebab cuma bisa melukiskan kembali luka lama.